Saturday, June 11, 2016

Makna Sebuah Kepindahan



Tentang Aisyah Putri Sulistyaningrum yang pindah ke Jawa Tengah


Malam ini ada haru yang hadir. Mencipta air mata yang berdesak-desakan meski tanpa isak. Aisyah Putri Sulistyaningrum, yang akrab  dipanggil Aisyah, seorang siswa kelas VIII pindah dari Bosowa School Makassar ke sebuah sekolah di Pati, Jawa Tengah mengikuti orang tua yang pindah tugas. 
Malam ini, Aisyah yang sering menampilkan traditional dance performance belajar tentang makna sebuah kepindahan. Aisyah yang aktif memanggil teman-temannya saat waktu shalat tiba, belajar tentang jalinan persahabatan yang kuat meski akan terpisah jarak.

Tentang Keramahan Seorang H.M Aksa Mahmud

Bersama Bapak H.M Aksa Mahmud, Founder Bosowa Corporation
Ada beberapa hal penting yang dimiliki oleh pemimpin selain kemampuan leadership, yaitu memiliki kredibilitas dan keramahan.

Kredibilitas menurut Aristoteles, bisa diperoleh jika seorang pemimpin memiliki ethos, pathos dan logos. Ethos adalah kekuatan yang dimiliki pembicara dari karakter pribadinya. Pathos adalah kekuatan yang dimiliki seorang pembicara dalam mengendalikan emosi pendengarnya. Sedangkan logos adalah kekuatan yang dimiliki komunikator melalui argumentasinya. 

Keramahan sebagai salah satu faktor yang harus dimiliki seorang pemimpin sehingga para bawahannya merasa dekat dan nyaman. Keramahan ini bisa ditunjukkan dengan senyuman saat pemimpin bertemu bawahan.

Thursday, June 9, 2016

Terima Kasih Bapak

bersama Bapak
Tetesan hujan mengguyur, aku melihat Bapak menunggu di depan gerbang kampus. Pandangan ketulusan terpancar, pun dari kejauhan. Selalu ingin ku berhasil menerjemahkan pandangan itu. Hingga berakhir pada jawaban tentang makna meneduhkan meski dalam diam. Aku sadari, Bapak bukan sosok yang mudah untuk diajak bercerita, meski hadirnya selalu menjadi penghangat yang terindukan. Aku sadari, banyak keinginan bapak yang akhirnya dikesampingkan demi memenuhi kebutuhanku. Aku sadari, ada banyak cinta dibalik setiap teguran yang bapak lontarkan. Itulah bapak, yang pandangannya selalu ingin kuterjemahkan.

Wednesday, June 8, 2016

Manusia Bermental “Ededeh"

Cerita fiktif pertama di sebuah sekolah
 “Dilarang membawa handphone selama proses pembelajaran,” ucap seorang guru lantang.
“Ededeh,” ucap beberapa siswa hampir serempak.
“Dilarang membuat keributan,” sambung guru tersebut.
“Ededeh,” lagi-lagi para siswa menyahut.
“Besok kita akan bangun pukul 3 subuh,” lanjut guru tersebut.
Yang terdengar dari siswa, masih saja sama, “ededeh.”

Cerita fiktif kedua di sebuah kantor
“Ededeh, Pak Bos menambahkan lagi tugas untuk saya,” keluh pegawai A.
“Memang begitu Pak Bos, kerja ditambah, tapi gaji tidak, “ imbuh pegawai B.
Mereka pun terdengar bersamaan “ededeh.”
* * *
Gambaran cerita fiktif pertama dan kedua di atas adalah bagian dari manusia bermental “ededeh,” manusia yang selalu mengeluh dengan berucap “ededeh.”

Manusia bermental “ededeh” ini adalah mereka yang hanya menguras energi dan memunculkan perasaan negatif. Padahal, jika mereka sadari, situasi pun tidak menjadi lebih baik dengan berucap “ededeh.”

Dibalik sedikitnya hal yang bisa dikeluhkan, selalu banyak hal yang bisa disyukuri. Jadi, sebenarnya, mereka yang berucap “ededeh,” adalah mereka yang tidak bersyukur bahkan tidak mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian. Padahal, dengan bersyukur, segala manfaat bisa ditambahkan. Selain itu dengan bersyukur, energi positif akan semakin meningkat. Hal senada pun dipaparkan oleh Hans Seyle sebagai seorang pakar stress yang memaparkan bahwa sikap bersyukur menghasilkan energi emosional lebih daripada sikap yang lain dalam hidup ini.
* * *

Catatan ini sebagai bagian introspeksi untuk berbagai keluhan yang pernah ada, terkhusus yang saya lakukan. Semoga nantinya kita terus belajar untuk terus bersyukur dan  tidak lagi sering mengeluh. Sehingga pada akhirnya, kita bukan bagian dari mereka, manusia bermental “ededeh.”

Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan #RamadhanDay3 #SIGiMenulisRamadhan Baca tulisan SIGiers lainnya  

Jabbar : begooottt.wordpress.com
Kyu     : kyuuisme.wordpress.com

Inov    : inanovita.blogspot.co.id 

Tuesday, June 7, 2016

Hadiah Dari Pontianak

Apa yang kalian rasakan jika mendapatkan sesuatu yang sudah diinginkan bertahun-tahun lamanya? Bahagia kan? Perasaan itulah yang saya rasakan sore ini (7/6), tepat di hari kedua bulan Ramadhan.

Sesuatu itu adalah sebuah miniatur Tugu Khatulistiwa, sebuah tanda mata dari Pontianak, Kalimantan Barat.
hadiah miniatur Tugu Khatulistiwa dari Wahyu dan teman-teman IMORI (^_^)
Melalui tangan Wahyu Erfandy, Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) Periode 2016-2018 yang mengikuti Pelantikan Pengurus Pusat IMORI di Bumi Khatulistiwa (sebutan untuk kota Pontianak), saya pun memiliki miniatur Tugu Khatulistiwa tersebut. Sebenarnya, di tahun 2010 saat saya mendapatkan kesempatan menginjakkan kaki di kota tersebut, saya membeli beberapa miniatur yang serupa. Tapi, ketika tiba kembali di Makassar, miniatur-miniatur tersebut saya bagikan begitu saja, sampai saya lupa untuk menyimpan satu di rumah. Padahal menjadi sebuah kebiasaan bagi saya untuk membeli tanda mata dari tempat-tempat yang saya kunjungi. Oleh karena itu, saya berusaha mencari cara untuk bisa mendapatkan miniatur tersebut. Hingga kemudian, tiap ada kegiatan nasional dan ada perwakilan dari Kalimantan Barat, saya meminta tolong untuk dibawakan miniatur serupa. Sayangnya, permintaan itu belum pernah terpenuhi.

Akhirnya hari ini, keinginan memiliki miniatur Tugu Khatulistiwa menjadi nyata. Satu lagi tanda mata akan tersimpan di lemari. Hadiah ini mungkin kecil bagi kebanyakan orang. Tapi bagi saya, hadiah ini sangat bermakna karena kehadiran miniatur Tugu Khatulistiwa mengingatkan saya akan berbagai perjalanan menyenangkan di Bumi Khatulistiwa Pontianak.
Tugu Khatulistiwa, 2010
* * *
Saya hanya bisa berucap terima kasih dan melafalkan doa untuk Wahyu dan teman-teman IMORI yang telah memberikan hadiah berharga iniJ

      Semoga Allah membalas engkau atas apa yang telah
engkau berikan, memberi keberkatan kepada apa yang engkau
sisakan dan menjadikannya suci untukmu.

Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan #RamadhanDay2 #SIGiMenulisRamadhan
Baca tulisan SIGiers lainnya  
Jabbar : begooottt.wordpress.com
Amma : nurrahmahs.wordpress.com
Kyu     : kyuuisme.wordpress.com
Inov    : inanovita.blogspot.co.id

Belajar Dari 3 Siswi SMA

Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan Bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah.

Ramadhan yang penuh suka cita ini pun menjadi momen tempat berkumpulnya keluarga. Sayangnya, terkadang ada sebagian orang yang harus rela melepaskan waktu kebersamaan itu untuk melaksanakan tugas lain.
Devi, Amel dan Nadira menikmati sahur di Asrama Bosowa School Makassar
Devi, Amel dan Nadira, 3 siswi kelas X SMA yang harus rela melepaskan kebersamaan sejenak bersama keluarga. Mereka berasal dari Papua dan melanjutkan SMA di Bosowa School Makassar. Tahun 2016 ini, untuk pertama kalinya mereka merasakan sahur dan buka puasa pertama tidak bersama keluarga mereka di Papua karena masih ada jadwal kegiatan sekolah selama Bulan Ramadhan.

“Devi, bagaimana rasanya pertama kali pisah bersama keluarga?” saya pun bertanya seusai menikmati sahur bersama.
“Lain-lain ma’am, tapi mau diapa, ka mauki sekolah,” jawabnya dengan senyum.
* * *
Seiring waktu, Devi, Amel dan Nadira akan semakin berani melakoni kebersamaan yang berjalan tanpa kontak mata yang rutin. Masa bermanja-manja berangsur-angsur sirna, selaksa tanggung jawab nampaknya siap mereka laksanakan. Mereka pun akan terus belajar menggunakan waktu dengan bijak sebagai sebuah kunci kesuksesan. Mereka akan terus berjuang karena perjuangan mereka untuk belajar di Kota Makassar adalah bagian dari pelajaran kehidupan.
Keep going. Each step may get harder, but don’t stop. The view is beautiful at the top”

Di usia mereka yang masih remaja, mereka pun sudah paham tentang sepi yang muncul menggerogoti karena ternyata kebersamaan dengan keluarga di bulan Ramadhan adalah candu. Meski lewat bergulirnya waktu, kesibukan yang menghadirkan penat dan candu itu berangsur-angsur menemukan penawarnya, kebersamaan itu tetap butuh bertemu untuk membiarkan mereka bercerita tentang berbagai hal.
* * *
Dari Devi, Amel dan Nadira, saya pun belajar tentang kemandirian yang tertanam sejak dini untuk belajar menentukan arah hidup dan menemukan maknanya. Meski hidup, tidak hanya soal mengejar cita-cita dan rasa puas, keduanya harus terus dikejar untuk membanggakan kedua orang tua.

Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan #RamadhanDay1 #SIGiMenulisRamadhan
Baca tulisan teman yang lain
Adry    : bukanamnesia.blogspot.com
Amma : nurrahmahs.wordpress.com
Kyu     : kyuuisme.wordpress.com
Inov    : inanovita.blogspot.co.id
Indi     : indritriyani.wordpress.com

Sunday, June 5, 2016

Beberapa Hal Yang Bisa Kita Lakukan Sebagai Bukti CInta Lingkungan


Ada berbagai hal yang bisa kita lakukan untuk lingkungan yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (definisi dari UU No. 23 Tahun 1997). Mulailah dari hal-hal sederhana yang akan berdampak besar jika terus dilaksanakan secara konsisten.

Belajar Daur Ulang
Lihatlah barang-barang di sekitar kita. Banyak yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan. Temukan berbagai kreasi daur ulang di internet, misalnya di instagram @bikinbikin_
Source : @bikinbikin_
Hindari Penggunaan Kantong Plastik Berlebih
Sebagai bahan yang sangat lama untuk bisa diuraikan, penggunaan plastik haruslah dikurangi. So, jika berbelanja, bawalah tas sendiri.


Menghemat Penggunaan Air
Kuantitas air yang tetap dan jumlah manusia yang membutuhkan air terus bertambah akan menciptakan ketidakseimbangan jika tidak disikapi secara bijak. Oleh karena itu, kita perlu mengelola air, misalnya dengan menghemat penggunaan air tersebut.


Do campaign
Tebarkanlah semangat cinta lingkungan melalui campain untuk menarik banyak orang melakukan hal-hal kecil tapi konsisten untuk dampak yang lebih luas.
Hemat Enegi
Berbagai langkah kecil bisa dilakukan untuk menghemat energi, misalnya matikan listrik saat tidak digunakan. Selain menjadi langkah kecil kepeduliaan terhadap lingkungan, tagihan listrik pun akan berkurang.

Be A Wise Costumer
Jadilah seseorang yang membeli kebutuhan sesuai yang dibutukan bukan kebutuhan yang diinginkan.

Bergabung dengan komunitas pencinta alam
Untuk kita yang bergabung dalam komunitas pencinta alam misalnya mahasiswa pencinta alam (mapala), siswa pencinta alam (sispala), kelompok pencinta alam (KPA) maupun berbagai komunitas peduli lingkungan lainnya, tentu merasa bangga bisa bergabung di sekumpulan orang dengan minat yang sama. Kita pun sudah berada di tempat yang tepat untuk mengetahui pentingnya mencintai lingkungan. Bergabung di komunitas ini bukan hanya sekadar menjejak di puncak-puncak gunung, menelusuri keheningan goa vertikal dan horizontal, menikmati ketinggian tebing, melihat derasnya sungai maupun menyusuri indahnya pantai. Tapi sejatinya, komunitas ini akan membuka wawasan kita dalam membuktikan “cinta lingkungan” seperti yang selalu kita ucapkan.
dokumentasi Temu Wicara Kenal Medan Mapala Nasional 2010

#SaveOurEarth
#GoMAPALA
#WorldEnvironmentDay