Tuesday, March 31, 2020

Buku-Buku yang Kubaca di bulan Maret



Kitab Rasa yang diterbitkan oleh Buku Mojok, bukanlah buku tentang makanan. Tapi, lebih dari itu, tentang kisah yang tersimpan didalamnya. Judul ini pun hanyalah satu dari 8 tulisan yang disebut oleh Puthut-EA selaku penulis sebagai usaha menulis cerita pendek. Cerita lain yang menarik dalam buku ini adalah tulisan berjudul Mas Marga yang membawa pembaca bisa lebih mengetahui makna berkelana . Cerita-cerita lain dalam buku ini pun membuat kita berpikir lebih dalam

Dongeng Pulau Tak Dikenal adalah novela yang diterjemahkan dari Bahasa Portugis. Novela karya Jose Saramago ini menceritakan seorang lelaki yang ingin mencari pulau tak dikenal. Untuk itu, lelaki tersebut mengetuk pintu istana meminta kapal kepada raja. Apakah raja semudah itu memberikan kapal? Silahkan baca novela yang bisa selesai kurang dari sehari jika dibaca 😊

Friday, November 8, 2019

Reuni Peace Camp, Sebuah Upaya Merawat Kenangan

Perdana Romi, Founder 3R memberikan sambutan

Jumat malam, 1 November 2019 pekan lalu, sekretariat Rumah Relawan Remaja (3R) di Peukan Bada kembali menjadi tempat berkumpul para relawan yang pernah mengikuti Kemah Damai atau lebih dikenal Peace Camp.


Sambutan Bang Romi selaku Founder 3R sekaligus memperkenalkan tim 3R saat ini menjadi pembuka kegiatan yang manis pada momen mengenang kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2008 dan rutin dilaksanakan setiap tahun, hingga tahun ini.


Para peserta yang datang dari berbagai latar belakang ini pun menyatu dalam mendengar puisi Sajak Muda karya WS Rendra yang dibawakan oleh Kasumah, salah seorang Guru Impian tahun ini, menonton video Peace Camp dari tahun ke tahun, bermain dan bernyanyi bersama. Oia, tentunya foto bersama tak luput, apalagi dekorasi Reuni dibuat menarik dan instagrammable.




Malam itu, ada waktu berkenalan dan saling bercerita pengabdian sekaligus pembelajaran yang terus memberikan kesan mendalam. Kenangan tahun 2019, tentu beda dengan tahun 2018, begitupun tahun-tahun sebelum itu. Tapi, tentu saja selama Peace Camp, para alumni ingin belajar banyak hal terkhusus tentang mengembangkan rasa damai dari berbagai perbedaan yang ada. Kenangan dan pelajaran itulah yang ingin terus ditumbuhkan, apalagi saat reuni digelar.

Untuk kalian yang datang malam itu, terima kasih telah datang.

Reuni Peace Camp bukan sekadar untuk tatap muka
Tapi merawat kenangan yang pernah ada
Mengembangkan makna penuh rasa
Menjadi insan pembelajar yang selalu ingin “memanusiakan” manusia

Saturday, September 14, 2019

Karya Anak Desa dalam Pameran Karya Pustaka Kampung Impian




Bagaimana perasaan Anda jika melihat anak-anak tampil luar biasa? Tentu saja, Anda sangat senang. Itulah perasaan kami sebagai relawan Rumah Relawan Remaja (3R) selama dua hari melaksanakan Pameran Karya Pustaka Kampung Impian yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 Agustus 2015 di Museum Tsunami. Kami sangat senang menampilkan banyak karya anak-anak dari desa Bah dan Serempah (di Aceh Tengah), desa Sarah Baru (di Aceh Selatan), desa Balingkarang (di Aceh Tamiang), desa Lapeng dan desa Klieng Cot Aron (di Aceh Besar).

Pada hari pertama kegiatan (24 Agustus 2019), kami fokus pada pameran karya. Gambar, tulisan, dan dokumentasi kegiatan dilampirkan pada panel yang dibuat bersama sebelumnya. Itu adalah momen yang menyentuh bagi saya ketika melihat panel dengan banyak karya anak-anak. Karya-karya mereka disusun seperti karya seniman profesional. Itu adalah bukti bahwa banyak anak-anak dari desa dapat menunjukkan karya terbaik mereka jika mendapat dukungan dan kesempatan.

Selain melihat karya anak-anak desa yang luar biasa, pengunjung pameran juga dapat mengambil foto dengan menggunakan latar belakang photobooth yang tertulis BACA dalam berbagai bahasa. Itu juga menjadi latar belakang foto yang menarik selama pameran. Semoga latar belakang ini akan menginspirasi lebih banyak orang terutama penduduk desa untuk membaca dan menekankan tema pameran kami tahun ini.


* * *

Monday, August 26, 2019

“Narasi Content Creator Workshop” di Banda Aceh

sesi foto sebelum penutupan


Saat melihat e-flyer kegiatan Content Creator Workshop melalui akun Instagram @narasi.tv, memang terpikir untuk langsung daftar. Beberapa hari setelahnya, saya pun mengisi formulir lengkap dengan beberapa link portofolio yg memang jadi persyaratan.

Berselang beberapa minggu, saya pun mendapat surel info kelulusan. Yeay, senang (banget), apalagi menjadi salah satu dari 25 peserta terpilih dari 199 pendaftar. Sayangnya, saat itu belum bisa langsung konfirmasi kehadiran, karena mesti mempertimbangkan beberapa hal karena tanggal 3 Agustus adalah hari terakhir pelaksanaan Coding Mum dan saya perlu presentasi website, izin suami (paling utama, apalagi my first support system ini always say YES for positive activities), jadwal siang untuk mengASI baby Salam. . .

Monday, August 19, 2019

Coding Mum Aceh 2019, Sebuah Proses Belajar Hal Baru



27 Juli – 3 Agustus 2018 adalah hari-hari penuh dengan pembelajaran baru. Saya mengikuti sebuah kegiatan bertajuk Coding Mum yang dilaksanakan di Hellotive, sebuah co-working space yang ada di Banda Aceh.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bekraf, Kollanomad, Gumugu Academy dan Hellotive ini diikuti oleh 80 perempuan yang ada di Aceh, yang dibagi dalam kelas pagi dan siang. Di sini pulalah, saya bisa berjejaring dengan para perempuan yang ingin terus berkarya dengan kemampuan mereka, terlepas dari kesibukan sebagai ibu rumah tangga, guru, mahasiswa serta kesibukan lainnya.


Sejak hari pertama saya yang sedari awal tidak tahu apa-apa perihal programming, sudah mulai tahu sedikit tentang bagaimana seorang programmer bekerja. Masih sedikit, tapi itu yang ingin buat saya terus belajar. Saya terus semangat belajaar, apalagi kelas memang dikonsep menyenangkan dan menenangkan.

Monday, August 5, 2019

Aceh Peace Camp 2019

pemberangkatan relawan menuju desa


Banyak orang yang mengaku cinta damai,. Kenyataannya, perkelahian, peperangan hingga pembantaian menjadi semakin ramai. Harmonisasi antar-manusia pun seringkali menjadi hal langka untuk ditemukan dalam tatanan kehidupan di dunia kini.

Penjajahan dan blokade puluhan tahun yang membuat kehidupan orang-orang di Palestina menjadi teraniaya, pembersihan etnis Rohingya di Myanmar yang menyebabkan banyak jiwa terenggut, lebih dari setengah populasi di Haiti hidup dengan penghasilan kurang dari USD 2 per hari hingga menjadikan penduduk negara ini banyak yang menderita kelaparan, pembunuhan sesama anggota keluarga adalah beberapa contoh hasil kehidupan anti-damai yang diciptakan oleh orang-orang yang ingin menindas.

Di satu sisi, kondisi kekinian yang terjadi menyebabkan segelintir orang menjadi lebih mengerti tentang pentingnya perdamaian untuk menciptakan kehidupan yang aman, nyaman dan penuh toleransi. Kesadaran ini tentu saja perlu ditindaklanjuti.

Monday, May 27, 2019

Buka Puasa Bersama Merawat Kebersamaan




Bulan Ramadan menjadi waktu istimewa untuk melakukan ibadah karena di bulan suci inilah, Allah melipatgandakan pahala dan berkah dari segala kebaikan. Kesempatan yang baik ini tentu sayang untuk dilewatkan, apalagi kita tak tahu apakah tahun depan kita masih bisa bertemu dengan bulan yang lebih baik dari 1000 bulan ini atau tidak. Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan adalah memaksimalkan kesempatan dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah, Sang Maha Pencipta dan melakukan hal-hal baik.

Selain menjadi momentum untuk memaksimalkan ibadah, bulan Ramadan juga menjadi ajang silaturahmi. Tak heran, jika grup Whatsapp akan semakin ramai dengan ajakan buka bersama sambil reuni dengan teman-teman lama, misalnya teman SD, SMP, SMA, kuliah maupun komunitas.

Momentum silaturahmi ini juga menjadi salah satu tujuan diadakannya Buka Puasa Bersama oleh Rumah Relawan Remaja (3R). Buka Puasa yang dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 19 Februari 2019 ini mengundang para relawan yang pernah terlibat di berbagai kegiatan 3R, semisal Peace Camp, Community Sharing dan Kelas Ekstra Bahasa Isyarat. Selain itu, komunitas yang bergerak di ranah sosial ini juga mengundang komunitas-komunitas lainnya serta para tetangga yang ada di sekitar sekretariat 3R di Gampong Lam Lumpu.